Barat ^S^

GayaBebas.com

Udah coba daftar di GayaBebas.com
hari ini... ku kewarnet... halah bolos lagi dah kuliahnya.. xixixixi... biz penasaran banget neh ama situs yang satu ini... g sabar dech rasanya pengen nyobain klik-klik iklan... xixixix...
pas aku login dan nge-klik menu " klik iklan ".. aku coba iklan yang ada nilai kliknya... pagi ini ada 3 iklan yang harus aku klik...

aku klik dech... menunggu dengan sabar ( 30 detik doank ) hueheuhue... iklan satu... beres... buka iklan kedua... beres... buka lagi iklan ke tiga... BERES...
coba-coba buka menu " laporan ".. eh eng ing engggg... nilai rupiah ku bertambah menjadi 90,-.. mayan kan.. bayangin aja klo tiap hari login ke situs ini, trus klik-klik iklannya... wah wah wah... bisa-bisa gajian duluan dari PNS.. xixixi
makanya gabung dech sama aku di GayaBebas.com ... ga rugii... 

Kutipan Artikel Dari Empunya :

Segera daftarkan diri anda dan bergabung bersama program GayaBebas.com ini...Gratis !! Mudah, murah, tanpa resiko dan bebas...

GayaBebas.com menawarkan program klik iklan bagi semua pengguna internet yang ingin menyempatkan waktu browsing dengan sesuatu yang bisa menghasilkan.   Cukup dengan meng-klik iklan yang kami tawarkan, anda bisa mengumpulkan rupiah demi rupiah.   Semakin banyak iklan yang anda klik/buka semakin banyak pula rupiah yang bisa diraih.
Bersama kami di sini anda tidak hanya bisa meng-klik iklan namun kami juga memberi kesempatan bagi anda untuk menjadi sales person gayabebas.com.   Anda bisa menambah isi pundi rupiah dengan mendapatkan komisi dari kami saat anda mendapatkan pemasang iklan untuk program ini.
Selain itu anda juga bisa menambah pendapatan dengan merekomendasikan program ini kepada orang lain, entah itu teman, saudara atau siapa saja yang mungkin tertarik dengan program ini.   Untuk tiap member baru yang mendaftar program ini atas rekomendasi/ajakan anda maka anda juga berhak untuk mendapatkan komisi dari kami yang tentunya akan menambah pendapatan anda.
Tunggu apa lagi...segera daftarkan diri anda, karena semuanya GRATIS

Persyaratan :
Pada dasarnya tidak ada syarat-syarat tertentu dalam program gayabebas.com.
Program ini hanya membutuhkan alamat email anda sebagai identifikasi keanggotaan serta nomor rekening bank anda yang nantinya digunakan untuk tujuan pengiriman pembayaran anda.
Mengenai usia, jenis kelamin, pekerjaan dan lainnya tidak menjadi persyaratan utama dalam program ini.

Langkah-langkah Registrasi :
- Klik menu Registrasi yang ada dan mengisi form yang tersedia
- Anda akan menerima email dari kami yang berisikan password untuk login
- Email tersebut juga berisikan link yang akan menuntun anda untuk meng-aktifasi akun
- Setelah anda memasukkan email dan password dengan benar maka akun anda telah di-aktifasi Langkah terakhir yang perlu dilakukan adalah melakukan Login.

Bonus & Komisi :

Login Bonus : Bonus yang akan didapatkan bila anda melakukan login.
Untuk 1 hari (24jam) yang dihitung hanyalah login pertama pada hari itu.

Downline Bonus : Bonus yang akan didapatkan bila anda berhasil mengajak/merekomendasi orang lain untuk bergabung dalam program gayabebas.com ini.

Komisi Iklan : Komisi yang akan didapatkan bila anda berhasil mendapatkan pemasang iklan (klien) untuk program ini.
Bila klien tersebut memasang iklan maka anda berhak atas komisi sebesar 10% dari nilai kontrak iklan.

Klik Iklan : Rupiah demi rupiah akan dikumpulkan dengan meng- klik/membuka/membaca iklan yang terpasang dalam program ini.   Besarnya nilai rupiah yang akan didapatkan tidaklah sama untuk tiap iklan, tergantung dari dana yang disediakan oleh pemasang iklan.

Pembayaran :
Kami baru akan melayani pembayaran (payout) untuk anda, bila jumlah pendapatan anda tidak kurang dari Rp. 10.000 (sepuluh ribu rupiah).
Untuk lebih memudahkan kami berharap para member dapat menyediakan nomor rekening bank guna pembayaran ini, namun tidak menutup kemungkinan pembayaran dengan cara lain dan hal tersebut dapat di tanyakan lebih lanjut kepada admin.


LOGIN : dihitung 1 kali dalam sehari - besar bonus Rp. 25/login.
DOWNLINE : member gayabebas.com yang registrasi(mendaftar) atas ajakan/rekomendasi dari anda - besar bonus Rp. 555/downline.
KLIK IKLAN : jumlah iklan yang kami tayangkan yang telah anda baca/lihat/klik - besar bonus tergantung pemasang iklan.
KLIEN IKLAN : adalah pemasang iklan yang mendaftarkan iklannya melalui keanggotaan anda - besar bonus 10% dari nilai kontrak iklan.
KOMISI UNTUK UPLINE sebesar 10% dari total Pendapatan Anda.
KOMISI DARI DOWNLINE sebesar 10% dari total Pendapatan masing-masing Downline.
Cobain Dulu yaa...
Join

Catatan Harian Seorang Pramugari

Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airline, karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.

Pada tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya.

Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Peking, penumpang sangat penuh pada hari ini.

Di antara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu saya yang berdiri dipintu pesawat menyambut penumpang kesan pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.

Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman, ketika melewati baris ke 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut, dia duduk dengan tegak dan kaku ditempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung.

Kami menanyakannya mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikan tangan menolak, kami hendak membantunya meletakkan karung tua diatas bagasi tempat duduk juga ditolak olehnya, lalu kami membiarkannya duduk dengan tenang, menjelang pembagian makanan kami melihat dia duduk dengan tegang di tempat duduknya, kami menawarkan makanan juga ditolak olehnya.

Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia sakit, dengan suara kecil dia menjawab bahwa dia hendak ke toilet tetapi dia takut apakah di pesawat boleh bergerak sembarangan, takut merusak barang didalam pesawat.

Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet, pada saat menyajikan minuman yang kedua kali, kami melihat dia melirik ke penumpang di sebelahnya dan menelan ludah, dengan tidak menanyakannya kami meletakan segelas minuman teh di meja dia, ternyata gerakan kami mengejutkannya, dengan terkejut dia mengatakan tidak usah, tidak usah. Kami mengatakan engkau sudah haus minumlah, pada saat ini dengan spontan dari sakunya dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkan kepada kami, kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidak percaya, katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan meminta air kepada penjual makanan dipinggir jalan dia tidak diladeni malah diusir.
Pada saat itu kami mengetahui demi menghemat biaya perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati bandara baru naik mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapat meminta minunam kepada penjual makanan dipinggir jalan itupun kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.

Setelah kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya.

Dia bercerita bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat baik, putra sulung sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang kuliah ditingkat tiga di Peking. anak sulung yang bekerja di kota menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersama di kota tetapi kedua orang tua tersebut tidak biasa tinggal di kota akhirnya pindah kembali ke desa, sekali ini orang tua tersebut hendak menjenguk putra bungsunya di Peking, anak sulungnya tidak tega orang tua tersebut naik mobil begitu jauh, sehingga membeli tiket pesawat dan menawarkan menemani bapaknya bersama-sama ke Peking, tetapi ditolak olehnya karena dianggap terlalu boros dan tiket pesawat sangat mahal dia bersikeras dapat pergi sendiri akhirnya dengan terpaksa disetujui anaknya.

Dengan merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai anak bungsunya, ketika melewati pemeriksaan keamanan dibandara, dia disuruh menitipkan karung tersebut di tempat bagasi tetapi dia bersikeras membawa sendiri, katanya jika ditaruh ditempat bagasi ubi tersebut akan hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang sudah hancur, akhirnya kami membujuknya meletakkan karung tersebut di atas bagasi tempat duduk, akhirnya dia bersedia dengan hati-hati dia meletakan karung tersebut.

Saat dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, dia selalu membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi dia tetap tidak mau makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudah sangat lapar, saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil dia menanyakan saya apakah ada kantongan kecil? dan meminta saya meletakkan makanannya di kantong tersebut. Dia mengatakan bahwa dia belum pernah melihat makanan yang begitu enak, dia ingin membawa makanan tersebut untuk anaknya, kami semua sangat kaget.

Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa di mata seorang desa menjadi begitu berharga.

Dengan menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya, dengan terharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami bagikan kepada penumpang ditaruh di dalam suatu kantongan yang akan kami berikan kepada kakek tersebut, tetapi di luar dugaan dia menolak pemberian kami, dia hanya menghendaki bagian dia yang belum dimakan tidak menghendaki yang bukan miliknya sendiri, perbuatan yang tulus tersebut benar-benar membuat saya terharu dan menjadi pelajaran berharga bagi saya.

Sebenarnya kami menganggap semua hal tersebut sudah berlalu, tetapi siapa menduga pada saat semua penumpang sudah turun dari pesawat, dia yang terakhir berada di pesawat. Kami membantunya keluar dari pintu pesawat, sebelum keluar dia melakukan sesuatu hal yang sangat tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya, yaitu dia berlutut dan menyembah kami, mengucapkan terima kasih dengan bertubi-tubi.
Dia mengatakan bahwa kami semua adalah orang yang paling baik yang dijumpai, "kami di desa hanya makan sehari sekali dan tidak pernah meminum air yang begitu manis dan makanan yang begitu enak, hari ini kalian tidak memandang hina terhadap saya dan meladeni saya dengan sangat baik, saya tidak tahu bagaimana mengucapkan terima kasih kepada kalian. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian," dengan menyembah dan menangis dia mengucapkan perkataannya. Kami semua dengan terharu memapahnya dan menyuruh seorang anggota yang bekerja di lapangan membantunya keluar dari lapangan terbang.

Selama 5 tahun bekerja sebagai pramugari, beragam-ragam penumpang sudah saya jumpai, yang banyak tingkah, yang cerewet dan lain-lain, tetapi belum pernah menjumpai orang yang menyembah kami, kami hanya menjalankan tugas kami dengan rutin dan tidak ada keistimewaan yang kami berikan, hanya menyajikan minuman dan makanan, tetapi kakek tua yang berumur 70 tahun tersebut sampai menyembah kami mengucapkan terima kasih, sambil merangkul karung tua yang berisi ubi kering dan menahan lapar menyisihkan makanannya untuk anak tercinta, dan tidak bersedia menerima makanan yang bukan bagiannya, perbuatan tersebut membuat saya sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangat berharga buat saya dimasa datang yaitu jangan memandang orang dari penampilan luar tetapi harus tetap menghargai setiap orang dan mensyukuri apa yang kita dapat.

MUJIZAT NYANYIAN SEORANG KAKAK

Kisah nyata ini terjadi di sebuah Rumah Sakit di Tennessee , USA . Seorang ibu muda, Karen namanya sedang mengandung bayinya yang ke dua. Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael anaknya pertama yang baru berusia 3 tahun bagi kehadiran adik bayinya. Michael senang sekali akan punya adik. Kerap kali ia menempelkan telinganya diperut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih diperut ibunya itu. Nampaknya Michael amat sayang sama adiknya yang belum lahir itu.

Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh diluar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen; bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.

Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya sewaktu-waktu dipanggil Tuhan. Lain halnya dengan kakaknya Michael, sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus!

Mami, … aku mau nyanyi buat adik kecil! Ibunya kurang tanggap.

Mami, … aku pengen nyanyi! Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya.

Mami, … aku kepengen nyanyi! Ini berulang kali diminta

Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan Michael rengekan anak kecil.

Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak.

Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung adiknya masih hidup! Ia d ice gat oleh suster didepan pintu kamar ICU. Anak kecil dilarang masuk!. Karen ragu-ragu. Tapi, suster…. suster tak mau tahu; ini peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk! Karen menatap tajam suster itu, lalu katanya: Suster, sebelum menyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya! Suster terdiam menatap Michael dan berkata, tapi tidak boleh lebih dari lima menit!.

Demikianlah kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul maut. Michael menatap lekat adiknya … lalu dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring “… You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey …” Ajaib! si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya.

You never know, dear, How much I love you. Please don’t take my sunshine away. Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan tajam dan terus, … terus Michael! teruskan sayang! … bisik ibunya … The other night, dear, as I laid sleeping, I dream, I held you in my hands … dan sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang. Pernapasannya lalu menjadi teratur … I’ll always love you and make you happy, if you will only stay the same … Sang adik kelihatan begitu tenang … sangat tenang.

Lagi sayang! bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan … adiknya kelihatan semakin tenang, relax dan damai … lalu tertidur lelap.

Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri.

Hari berikutnya, satu hari kemudian si adik bayi sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yang satu ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah therapy ajaib, dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai Mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat luar biasa! tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.

Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati. Benar bahwa memang Kasih Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun membutuhkan mulut kecil si Michael untuk mengatakan “How much I love you”.

Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil “Michael” untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang mustahil bagiNYA bila IA menghendaki terjadi.

Note:
Kadang hal-hal yang menentukan, dalam diri orang lain …
Datang dari seseorang yang kita anggap lemah …
Hadir dari seseorang yang kita tidak pernah perhitungkan …

huahahahhahaha... seih dan mengharukan... saya butuh bahu seseorang buat nangis neh...hikz hikz

Manusia: Tubuh dan Ruh

Pada suatu hari, Abu Bashir berada di Masjidil Haram. Ia terpesona menyaksikan ribuan orang yang bergerak mengelilingi Ka’Bah (melakukan tawaf), mendengarkan gemuruh tahlil, tasbih dan takbir mereka. Ia membayangkan, betapa beruntungnya orang-orang itu. Mereka tentu akan mendapat pahala dan ampunan Tuhan. Imam Ja’far Al Shadiq, tokoh spiritual yang terkenal dan salah seorang ulama besar dari keluarga Rasulullah SAW, menyuruh Abu Bashir menutup matanya, Imam Ja’far mengusap wajahnya. Ketika membuka lagi matanya, Abu Bashir terkejut. Disekitar Ka’bah, ia melihat banyak sekali binatang- dalam berbagai jenisnya- mendengus, melolong, mengaum. Imam Ja’far berkata, “Betapa banyaknya lolongan atau teriakan; betapa sedikitnya hang haji”.

Apa yang disaksikan Abu Bashir pada kali yang pertama adalah tubuh-tubuh manusia. Apa yang dilihat kedua kalinya adalah bentuk-bentuk ruh mereka. Kita adalah mahluk yang hidup di dua alam sekaligus. Tubuh kita hidup di alam fisik, terikat dalam ruang dan waktu. Para ulama menyebut alam fisik ini sebagai alam nasut, alam yang bisa kita lihat dan kita raba. Kita bisa menggunakan panca indera kita untuk menyerapnya. Sementara itu, ruh kita hidup di alam metafisik, tidak terikat dalam ruang dan waktu. Para ulama menyebut alam ini sebagai alam malakut.

Ruh kita karena berada di alam malakut, tidak dapat dilihat pleh mata lahir. Ruh adalah bagian batiniah dari kita. Ia hanya dapat dilihat oleh mata batin. Ada sebagian diantara manusia yang dapat melihat ruh dirinya atau orang lain. Mereka dapat menengok ke alam malakut. Kemampuan itu diperoleh karena mereka sudah melatih mata bathinnya dengan riyadhah keruhanian atau karena anugerah Allah. Para Nabi, wali, dan orang orang saleh sering mendapat kesempatan melihat ke alam malakut itu.

Oleh: Jalaluddin Rakhmat